Tembaga Freeport Jadi Fondasi Industri Masa Depan Indonesia

Jakarta, seputarpasangan Indonesia

Presiden Direktur PT

Freeport

Indonesia (PTFI) Tony Wenas menilai ketersediaan katoda tembaga di dalam negeri menjadi fondasi penting untuk mempercepat

hilirisasi

industri.

Menurutnya, pasokan bahan baku tersebut akan menarik investasi manufaktur bernilai tambah, terutama untuk sektor energi terbarukan dan teknologi masa depan yang membutuhkan tembaga dalam jumlah besar.

Tony mengatakan kebutuhan katoda tembaga di Indonesia saat ini sekitar 200 ribu ton per tahun. Sementara itu, Freeport diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 700 juta pound tembaga pada tahun ini, sehingga pasokan domestik dinilai masih mencukupi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Intinya adalah ketersediaan katoda tembaga di dalam negeri ini akan bisa menarik investasi-investasi dari luar yang membutuhkan tembaga sebagai bahan baku untuk mereka memproduksi produk yang lebih hilir lagi dari tembaga,” ujar Tony dalam wawancara dengan

seputarpasangan Indonesia TV

.

Bos Freeport mengatakan sejumlah perusahaan bahkan mulai membangun fasilitas produksi di kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik agar berada dekat dengan smelter Freeport dan memperoleh akses bahan baku tembaga.

“Di kawasan ekonomi khusus di Gresik itu sudah ada beberapa perusahaan yang memang membangun fasilitas pabriknya mereka untuk berdekatan sama Freeport untuk berharap agar bisa mendapatkan bahan baku dari Freeport,” kata Tony.

[Gambas:Youtube]

Tony menambahkan Freeport bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta pemerintah juga terus mempromosikan potensi Indonesia kepada investor asing agar membangun industri hilir berbasis tembaga di Tanah Air.

“Kami Freeport maupun saya di posisi sebagai Wakil Ketua Umum Kadin bidang hilirisasi bersama-sama dengan pemerintah selalu melakukan promosi ke banyak negara untuk mengundang mereka untuk

please come to

Indonesia. Ini ada tembaga, tersedia katoda tembaga di dalam negeri Indonesia,” ujarnya.

Menurut Tony, keberadaan pasokan tembaga domestik akan semakin penting seiring berkembangnya industri kendaraan listrik dan baterai di Indonesia.

“Pabrik baterai EV itu juga sudah bisa selesai, bahkan pabrik EV-nya juga sudah bisa ada di Indonesia, tentu saja akan mengonsumsi lebih banyak lagi tembaga di dalam negeri,” katanya.

Ia menegaskan manfaat utama pembangunan smelter bukan semata-mata meningkatkan pendapatan perusahaan, melainkan menyediakan bahan baku yang siap digunakan industri lanjutan di dalam negeri.

Revenue

-nya mungkin beda-beda tipis. Tapi bukan itu poinnya. Poinnya adalah bahwa ada ketersediaan bahan baku yang ready 99,99 persen di Indonesia,” ujar Tony.

Tony menjelaskan tembaga merupakan logam dasar yang dibutuhkan berbagai industri, terutama sektor energi terbarukan yang permintaannya terus meningkat.

“Itu akan bisa menjadi bahan baku karena ini adalah

base metal

, logam-logam dasar yang sangat dibutuhkan untuk kegiatan industri, tapi terlebih utama adalah kegiatan industri

renewable power plant

yang banyak membutuhkan tembaga,” katanya.

(lau/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Irak Buka Penyelidikan usai Saudi Marah Diserang Drone dari Baghdad

Baca lagi: FOTO: CNN Indonesia Gelar Islamic Travel Connect 2026

Baca lagi: Bulog Usul MBG Pakai Beras Premium Kaya Vitamin, Ini Alasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: